Kompresi
Lossless memiliki karakteristik
seperti berikut:
- Dengan mengganti suatu data menggunakan kode yang jauh lebih ringkas, sehingga proses pemampatan tanpa menghilangkan data yang dimiliki.
- Hasil kompresi sama dengan sebelumproses kompresi.
- Ukuran yang dihasilkan dari kompresi lebih kecil atau lebih besar.
- Hasil kompresi tidak dapat dibaca tanpa melalui proses dekompresi.
- Algoritma yang digunakan untuk kompres dan dekompres harus sama.
- Digunakan untuk data yang tingkat keakuratannya tinggi, sehingga kualitas data tersebut tetap terjaga.
Dalam aplikasi kompresi lossless
terdapat 3 algoritma yang biasa digunakan sesuai file yang ingin dikompresi,
dimana dalam algoritma tersebut memiliki kriteria baik deri segi kecepatan, Ratio dan efisiensi
proses kompresi dekompresi serta ketepatan proses dekompresi data.
1. Algoritma
Kompresi Huffman Code:
Tahap pengkompresian sebagai
berikut:
- Frekuensi karakter dari string dihitung, lalu dibuat pohon huffman , dengan root diberi nilai 0, kemudian untuk bagian kiri diberi 0 dan bagian kanan diberi 1.
- Teknik bottom-up, frekuensi terkecil dikerjakan dahulu dan diletakkan pada node leaf.
- Kemudian node-node leaf dikombinasikan dan dijumlahkan probabilitasnya menjadi root diatasnya.
2. Algoritma
Kompresi Run Length Encoding (RLE):
RLE paling efektif pada file grafis
dimana biasanya file grafis berisi deretan karakter yang sama. Tahap pengkompresian
sebagai berikut:
- Terdapat deretan karakter yang sama berurutan lebih dari tiga karakter, maka dapat dilakukan pemampatan.
- Lalu berikan bit penanda berupa 8 deretan bit yang boleh dipilih sembarang asalkan digunakan konsisten. Untuk menandai bahwa karakter selanjutnya adalah karakter pemampatan sehingga mudah saat dekompres.
- Tambahkan deretan bit yg menyatakan jumlah karakter yang sama berurutan.
- Tambahkan deretan bit yg menyatakan karakter yang berulang.
3. Algoritma
Kompresi Lempel Ziv Welch (LZW):
Algoritma ini tidak optimal karena
hanya melakukan analisis terbatas pada data.
Kompresi pada TEXT:
Kompresi pada text menggunakan
lossless, karena dengan mengurangi huruf atau kata oleh karena itu pabila
menggunakan kompresi lossless bisa membuat kata atau kalimat menjadi ambigu
akibat pengurangan tersebut.
- ZIP, Dapat menggabungkan dan mengompresi beberapa file sekaligus menggunakan bermacam-macam algoritma yang biasa digunakan Katz’s Deflate Algorithm. Metode pada zip antara lain shrinking, reducing, imploding, deflate (LZW), bzip2. Aplikasi menggunakan Winzip.
- RAR, Proses kompresi lebih lambat dari zip tapi ukuran file kompresi lebih kecil. Aplikasi menggunakan Winrar mampu menangani Rar dan Zip, mendukung volume split, dengan enkripsi AES.
- TAR, berekstensi .tar/ .tar.gz dan MIME application/x-tar. Support untuk UNIX
- 7Zip, berekstensi .7z. Didistribusikan oleh lesensi LGPL. Mendukung enkripsi AES-256, dimana integrasi dengn Windows Shell
Kompresi pada AUDIO:
- FLAC: Free Lossless Audio Cpde, Format audio yang GRATIS. Biasanya menghasilkan ukuran lebih besar dari ukuran aslinya. Biasanya ukuran file ini 53% dari ukuran aslinya dengan kualitas hampir sama dengan aslinya.
- WMA: Windows Media Audio yang dikembangkan oleh Microsoft. Tingkat lebih tinggi dalam file kompresi dan kualitas suara lebih baik. Mendukung DRM(fitur pencegah pembajakan).
Kompresi pada IMAGES:
- GIF: untuk 256 (8-bit) warna di setiap frame, pertama kali dikembangkan dengan RLE, selanjutnya dikembangkan dengan teknik kompresi LZW.
- PNG pengembangan dari GIF, tetapi tidak mendukung animasi, menggunakan algoritma LZW, tidak mendukung CYMK. Penggunaan PNG lebih kepada transfer gambar via internet.
Kompresi pada VIDEO:
Salah satu bentuk kompresi data yang
bertujuan untuk mengecilkan ukuran file video. Video kompresi mengacu untuk
mengurangi jumlah data yang digunakan untuk mewakili video digital
gambar, dan merupakan kombinasi dari ruang kompresi gambar dan temporal
kompresi gerak. Format H.264/MPEG-4 AVC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar