Selasa, 30 Oktober 2012

Kompresi Lossy

Kompresi Lossy merupakan jenis kompresi yang mereduksi bit dari dari suatu file. Kompresi Lossy mengurangi besarnya file dari suatu file atau data. Bisa dilakukan pada citra, video dan audio. Keuntungan dari algoritma ini adalah bahwa rasio kompresi cukup tinggi, tapi masih dalam tahap yang dapat digunakan. Untuk melakukan kompresi Lossy, ada beberapa sistem  yang dapat digunakan :
·         Kuantisasi Pada sistem ini akan dilakukan pengurangan jumlah bit yang terdapat dalam file menggunakan matriks kuantisasi. Dimana pemetaan daerah intensitas yg lebar menjadi intensitas terbatas, mengakibatkan hilangnya sebagian informasi
·         Transform Coding pada sistem ini bertujuan untuk mengkonversi data menjadi sebuah data yang lebih ringan sizenya, otomatis data yg dihasilkan lebih kecil. Ada beberapa metode dalam jenis sistemm ini, seperti  Discrete Cosine Transform (inverse matriks baru) dan Karhunen-Loeve Transform (statistical properties).
·         Wavelet Based Coding Pada sistem ini, berfungsi untuk menguraikan sinyal input menjadi komponen2 yang lebih mudah ditangani, punya intrepetasi khusus dan punya komponen yg dapat dithreshold untuk tujuan kompresi.  Terdapat metode Discrete Wavelet Transform, yaitu dilakukan dengan cara melewatkan sinyal melalui sebuah tapis lolos rendah (low pass filter/LPF) dan tapis lolos tinggi (high pass filter/HPF) dan melakukan downsampling pada keluaran masing-masing filter. Biasanya digunakan saat watermarking.
Kompresi Lossy pada gambar:
  • Sequential JPEG, menyimpan image sebagai bitmap tunggal, kompresi top-down, left-right menggunakan proses single scan dan algoritma.
  • Progressive JPEG, menyimpan image sedemikian hingga mula2 muncul sebagai image yg kurang fokus lalu semakin jelas, dapat memberikan gambaran image tanpa harus menunggu selesai didownload.
Kompresi Lossy pada audio:
·         MP3 Encoding : Audio Input -> T2F -> Alokasi Bit Kuantitasi -> Format Bit Stream -> Encoded Audio
·         MP3 Decoding : Encoded Audio -> Unpack Bit Stream -> Rekonstruksi Sampling -> F2T -> Output Audio
Kompresi Lossy pada video
Prediction Frame (P) merupakan bagian video yang jarang berubah, sehingga dapat dilakukan proses kompresi. [ l -> P -> P -> P -> l ]



Kamis, 25 Oktober 2012

Kunjungan Lapangan RTMC



RTMC (Regional Traffic Management Centre) merupakan suatu organisasi yang dibawah POLRI dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat, terutama yang berhubungan dengan lalu lintas.  RTMC merupakan TMC yang ada di bagian regional, sedangkan yang di tingkat nasional bernama NTMC. RTMC ini dibantu dengan CCTV yang diletakkan di tempat-tempat strategis. Berada pada titik jalan yang rawan kemacetan dan rawan kecelakaan. Polda Jatim tidak hanya memasang CCTV di kota Surabaya saja, namun terdapat juga CCTV yang terletak di beberapa kota di Jawa Timur. CCTV ini terpasang dengan menggunakan fiber optic. Hasil dari CCTV ini akan diteruskan pada sebuah server, lalu dari server baru di sebar ke RTMC-RTMC yang ada. Berikut tujuan utama didirikannya RTMC ini adalah sebagai berikut :
·         Sebagai wadah bentuk kerjasama secara terintegrasi dengan instansi terkait (dishub, jasaraharja, dispenda, bea cukai)
·         Sebagai pusat informasi bagi Polda dan masyarakat
·         Sebagai percepatan pelayanan yang lebih professional terhadap masyarakat
·         Sebagai pelayanan penegak hukum
Kontak RTMC. Untuk menyebar luaskan layanan RTMC ini terhadap masyarakat
  • CALL CENTER    : 031-8292333
  • SMS CENTER      : 0821-40060000
  • Email                     : rtmc_jatim@yahoo.co.id
  • Twitter                   : @rtmc_jatim
  • Facebook               : ditlantas jatim & rtmc jatim
  • Website                  : www.lantas.jatim.polri.go.id
  • Milist                      : rtmc_jatim@yahoogroups.com
NTMC KORLANTAS POLRI
  • Telp     : 021-500669 / 021-7948479
  • SMS     : 021-27278888
  • Fax      : 021-7984246
  • Email   : ntmc_korlantas@yahoo.co.id

Dalam kunjungan tersebut, terdapat kolesrasi dengan pengerjaan Final Project kelompok kami. Karena ide dari kelompok kami sama dengan tujuan dari RTMC itu sendiri, yaitu mengurangi kemancetan pada tarffic light. Dimana nantinya kami akan memanfaatkan CCTV yang dipasang oleh RTMC untuk mengambil jumlah kendaraan yang melintas di Traffic Light, yang nantinya akan kami optimasikan pada waktu yang mengatur warna dari Traffic Light.


Sabtu, 13 Oktober 2012

Kompresi Lossless


Kompresi Lossless memiliki karakteristik seperti berikut:
  1. Dengan mengganti suatu data menggunakan kode yang jauh  lebih ringkas, sehingga proses pemampatan  tanpa menghilangkan data yang dimiliki.
  2. Hasil kompresi sama dengan sebelumproses kompresi.
  3. Ukuran yang dihasilkan dari kompresi lebih kecil atau lebih besar.
  4. Hasil kompresi tidak dapat dibaca tanpa melalui proses dekompresi.
  5. Algoritma yang digunakan untuk kompres dan dekompres harus sama.
  6. Digunakan untuk data yang tingkat keakuratannya tinggi, sehingga kualitas data tersebut tetap terjaga.
Dalam aplikasi kompresi lossless terdapat 3 algoritma yang biasa digunakan sesuai file yang ingin dikompresi, dimana dalam algoritma tersebut memiliki kriteria baik deri segi kecepatan, Ratio dan efisiensi proses kompresi dekompresi serta ketepatan proses dekompresi data.
1.      Algoritma Kompresi Huffman Code:
Tahap pengkompresian sebagai berikut:
  • Frekuensi karakter dari string dihitung, lalu dibuat pohon huffman , dengan root diberi nilai 0, kemudian untuk bagian kiri diberi  0 dan bagian kanan diberi 1.
  • Teknik bottom-up, frekuensi terkecil dikerjakan dahulu dan diletakkan pada node leaf.
  • Kemudian node-node leaf dikombinasikan dan dijumlahkan probabilitasnya menjadi root diatasnya.
2.      Algoritma Kompresi Run Length Encoding (RLE):
RLE paling efektif pada file grafis dimana biasanya file grafis berisi deretan karakter yang sama. Tahap pengkompresian sebagai berikut:
  • Terdapat deretan karakter yang sama berurutan lebih dari tiga karakter, maka dapat dilakukan pemampatan.
  • Lalu berikan bit penanda berupa 8 deretan bit yang boleh  dipilih sembarang asalkan digunakan konsisten. Untuk menandai bahwa karakter selanjutnya adalah karakter pemampatan sehingga mudah saat dekompres.
  • Tambahkan deretan bit yg menyatakan jumlah karakter yang sama berurutan.
  • Tambahkan deretan bit yg menyatakan karakter yang berulang.
3.      Algoritma Kompresi Lempel Ziv Welch (LZW):
Algoritma ini tidak optimal karena hanya melakukan analisis terbatas pada data.
Kompresi pada TEXT:
Kompresi pada text menggunakan lossless, karena dengan mengurangi huruf atau kata oleh karena itu pabila menggunakan kompresi lossless bisa membuat kata atau kalimat menjadi ambigu akibat pengurangan tersebut.
  • ZIP, Dapat menggabungkan dan mengompresi beberapa file sekaligus menggunakan bermacam-macam algoritma yang biasa digunakan Katz’s Deflate Algorithm. Metode pada zip antara lain shrinking, reducing, imploding, deflate (LZW), bzip2. Aplikasi menggunakan  Winzip.
  • RAR, Proses kompresi lebih lambat dari zip tapi ukuran file kompresi lebih kecil. Aplikasi menggunakan Winrar mampu menangani Rar dan Zip, mendukung volume split, dengan enkripsi AES.
  • TAR, berekstensi .tar/ .tar.gz dan MIME application/x-tar. Support untuk UNIX
  • 7Zip, berekstensi .7z. Didistribusikan oleh lesensi LGPL. Mendukung enkripsi AES-256, dimana integrasi dengn Windows Shell
Kompresi pada AUDIO:
  1. FLAC: Free Lossless Audio Cpde, Format audio yang GRATIS. Biasanya menghasilkan ukuran lebih besar dari ukuran aslinya. Biasanya ukuran file ini 53% dari ukuran aslinya dengan kualitas hampir sama dengan aslinya.
  2. WMA: Windows Media Audio yang dikembangkan oleh Microsoft. Tingkat lebih tinggi dalam file kompresi dan kualitas suara lebih baik. Mendukung DRM(fitur pencegah pembajakan).
Kompresi pada IMAGES:
  • GIF: untuk 256 (8-bit) warna di setiap frame, pertama kali dikembangkan dengan RLE, selanjutnya dikembangkan dengan teknik kompresi LZW.
  • PNG pengembangan dari GIF, tetapi tidak mendukung animasi, menggunakan algoritma LZW, tidak mendukung CYMK. Penggunaan PNG lebih kepada transfer gambar via internet.
Kompresi pada VIDEO:
Salah satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file video. Video kompresi mengacu untuk mengurangi jumlah data yang digunakan untuk mewakili video digital  gambar, dan merupakan kombinasi dari ruang kompresi gambar dan temporal kompresi gerak. Format H.264/MPEG-4 AVC.